FINAL SOLILOQUY OF THE INTERIOR PARAMOUR
Light the first light of evening, as in a room
In which we rest and, for small reason, think
The world imagined is the ultimate good.This is, therefore, the intensest rendezvous.
It is in that thought that we collect ourselves,
Out of all the indifferences, into one thing:Within a single thing, a single shawl
Wrapped tightly round us, since we are poor, a warmth,
A light, a power, the miraculous influence.Here, now, we forget each other and ourselves.
We feel the obscurity of an order, a whole,
A knowledge, that which arranged the rendezvous.Within its vital boundary, in the mind.
We say God and the imagination are one . . .
How high that highest candle lights the dark.Out of this same light, out of the central mind,
We make a dwelling in the evening air,
In which being there together is enough.
Cari Blog Ini
Tampilkan postingan dengan label hiburan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hiburan. Tampilkan semua postingan
Senin, 17 November 2008
poem
Jumat, 14 November 2008
SEBUAH CINTA
ketika keindahan cinta mulai dirasakan olehku, tak dapat kuterawang makna yang tersirat. kehidupan telah membuatku terbelenggu.. adakah impian yang kurasakan malam ini ?
cinta yang ku simpan seakan tiba-tiba menghilang dari pelukan. tak ada rasa yang kurasakan,
lenyap dalam kegelapan...keheningan...
Goresan hidup yang berisikan cinta kini tinggal lah sendiri, seakan ku terhanyut oleh derasnya air. ku pinta cinta yang suci namun tinggal lah impian..
ya tuhan...jiwa yang kurasakan kini seakan tergores panah yang begitu tajam
tak ada obat penawar dalam luka ini.
adakah dia?
adakah yang mencoba tuk mengobati?
cinta yang ku simpan seakan tiba-tiba menghilang dari pelukan. tak ada rasa yang kurasakan,
lenyap dalam kegelapan...keheningan...
Goresan hidup yang berisikan cinta kini tinggal lah sendiri, seakan ku terhanyut oleh derasnya air. ku pinta cinta yang suci namun tinggal lah impian..
ya tuhan...jiwa yang kurasakan kini seakan tergores panah yang begitu tajam
tak ada obat penawar dalam luka ini.
adakah dia?
adakah yang mencoba tuk mengobati?
Langganan:
Postingan (Atom)